MEMIMPIN DENGAN KARYA NYATA

Sejak era reformasi, kehidupan politik Bangsa Indonesia melahirkan konfigurasi dan desain baru yang penuh gairah dan semangat. Peluang emansipasi politik dan kebebasan terbuka dengan selebar-lebarnya. Tak ada lagi jarak dan perbedaan yang menahan laju demokrasi.

Ungkapan “all men created equal” yang sering menjadi semangat dalam penegakkan demokrasi menjadi tak terbantahkan lagi. Utamanya dalam bingkai kontestasi pemilihan pemimpin bangsa. Hampir bisa dikatakan, dari manapun datangnya, apa pun agamanya, warna kulit dan sebagainya tak lagi menjadi penghalang. Sejauh ia memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memimpin maka ia pantas untuk memimpin negeri ini.

Sistem demokrasi yang meniscayakan disain dan konfigurasi politik yang terbuka secara bebas diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membangkitkan semangat rakyatnya untuk mengubah hidupnya sendiri. Ia yang selalu hadir di antara rakyatnya. Pemimpin yang tahu kapan dan apa yang menjadi keluhan rakyatnya.

Seorang pemimpin seumpama seorang guru, yang mampu mengajari rakyatnya tentang rumus kehidupan. Pemimpin yang baik, dengan demikian harus dapat memimpin dengan contoh, agar rakyatnya tak tersesat dalam perjalanan yang tak kunjung berujung.

Dalam konteks demokrasi terutama di era otonomi daerah, seorang pemimpin seyogyanya memiliki pemahaman dan kecakapan dalam kebijakan publik. Agar pemerintahan daerah yang dipimpinnya dapat dikelola secara lebih efektif dan manusiawi.

Kenapa dua hal ini menjadi poin utama? Karena pelaksanaan yang hanya mengedepankan sisi efektivitas administrasi pelayanan publik dalam konteks pemerintahan daerah lebih sering mengabaikan sisi-sisi kemanusiaan. Padahal, sisi humanisme ini merupakan salah satu sila dalam Pancasila, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Sementara itu, di sisi lain, pelaksanaan administrasi pemerintahan terkadang juga tak berjalan secara lebih efektif karena beberapa alasan kemanusiaan. Untuk mendapatkan keseimbangan itulah, seorang pemimpin juga mesti mendapat dukungan dari semua pihak, adanya partisipasi daerah dan koordinasi antar institusi.

Pada konteks inilah buku yang ada di hadapan pembaca ini lahir, dituliskan dan diterbitkan dengan judul “Memimpin dengan Karya Nyata, Potret Pembangunan Gorontalo Utara (3 Tahun di bawah Kepemimpinan Rusli Habibie).”

Buku ini berusaha untuk melukiskan catatan dan kiprah pembangunan Gorontalo Utara di tangan bupati pertama waktu itu,yakni Rusli Habibie. Di bawah kepemimpinannya kabupaten teranyar di Provinsi Gorontalo ini, memiliki sejumlah prestasi yang cukup membanggakan, terutama dalam konteks tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Kemudian juga keberhasilan dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan, pengembangan pertanian, dan ekonomi kerakyatan.

Inilah yang kemudian melatarbelakangi munculnya tawaran empat program unggulan Rusli Habibie, dan secara lebih jelas bisa pembaca nikmati dalam sajian kata demi kata, bagian demi bagian buku ini. Prinsip Rusli Habibie dalam memimpin adalah berkarya nyata, bukan berkarya kata. Dan bagi dia, memimpin Gorontalo Utara merupakan panggilan nurani.

Buku ini patut dihayati dan menjadi bahan perbandingan terutama bagi yang saat ini tengah mengemban amanah kekuasaan di daerah. Agar pembangunan yang berkeadilan dapat menjelma dan kesejahteraan kian merata. Selamat membaca!

Informasi Buku:

Judul : MEMIMPIN DENGAN KARYA NYATA: Potret Pembangunan Gorontalo Utara Tiga Tahun di Bawah Kepemimpinan Rusli Habibie.

Penyusun : Lembaga Pengkajian Pembangunan Gorontalo (LP2G)

Penerbit : RMBooks bekerjasama dengan LP2G

Tahun : 2012

Tebal : 226+xi halaman

Terkait

  • Ayat-Ayat Revolusi Diri
  • Membaca Dakwah Dalam Tulisan
  • Dilema Sang Presiden
  • “The Da Vinci Factor”, Lejitkan Potensi Diri Tanpa Batas
  • Mengobarkan Api Nasionalisme Kaum Muda

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>