Panglima Segala Amal dan Kebajikan

Wahai Nabi-Ku, bangkitlah! Misi belum selesai. Musuh-musuh di luar sana mengintaimu. Akan Kuberikan kepadamu misi rahasia yang menjadi kunci sukses kehidupan, menjadi gudangnya kekayaan, menjadi penyelamat dari segenap marabahaya dan aral melintang. Datanglah kepada-Ku. Aku akan bicara empat mata denganmu mengenai misi besar ini. Begitulah kira-kira panggilan Allah terhadap hamba dan kekasih-Nya saat itu. Malam itu, Jibril menjemputnya. Ia diberi tugas mengawal perjalanan Sang Nabi untuk menerima misi suci. Namun demikian pada saat Nabi memasuki “daerah terlarang” di Sidratul Muntaha, Jibril dilarang masuk.

Akhirnya, Nabi meneruskan perjalanan menghadap Allah Swt. seorang diri. Duh, sungguh amat istimewa perintah shalat ini sehingga untuk menerimanya Nabi harus menghadap Allah seorang diri layaknya menerima misi rahasia. Yah, memang demikianlah shalat. Ia misi agung yang sangat misterius dan teramat penting untuk dijalankan. Maka hanya orang-orang terpilihlah yang benar-benar sanggup menjalankan misi ini dengan sukses.

Allah Swt. menemui calon penerima misi agung ini secara khusus. Hanya kepada orang inilah Allah menjelaskan bagaimana tatacara melaksanakan shalat dan apa rahasia agung di balik misi ini. Detik itu, Allah hendak membagikan rahasia besar dan kunci segala macam kesuksesan bagi manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan di dunia maupun di akhirat. Rasulullah saw. bersabda: “Allah telah mewajibkan umatku pada malam isra’ lima puluh kali shalat, maka aku selalu kembali menghadap-Nya dan memohon keringanan sehingga dijadikan kewajiban shalat lima kali dalam sehari semalam.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Inilah rahasia besar yang dikabarkan dan diperintahkan Allah Swt. kepada Nabi dan kekasihnya untuk disampaikan kepada sekalian manusia. Allah telah menurunkan wahyu pamungkas yang terkait dengan peribadatan. Shalat adalah panglima segala amal dan kunci segala kebajikan. Shalat adalah “meditasi” tingkat paripurna yang dapat menjernihkan kalbu manusia dan meluruskan langkah-langkahnya. Shalat adalah sarana penyejuk jiwa dan penghapus dosa.

Shalat adalah perintah istimewa yang diberikan Allah Swt. secara langsung kepada Nabi Muhammad saw. Jika perintah-perintah yang lain disampaikan melalui wahyu, dengan perantara malaikat Jibril, berbeda halnya dengan shalat. Allah Swt. memanggil langsung Nabi Muhammad saw. menghadap-Nya untuk menerima perintah ini. Shalat adalah simpul optimisme yang membuat orang lebih yakin dengan hidupnya. Shalat adalah sarana yang membuat seseorang lebih hidup. Shalat adalah pendobrak pintu pesimisme dan keputusasaan. Karena shalat, seseorang mempunyai daya kreasi dan progresivitas untuk menggapai masa depan, untuk mewujudkan cita-citanya. Dengan shalat, seseorang merasa lapang hidupnya. Jalannya begitu berarti, membentang begitu luas; dari semenjak ia dilahirkan di dunia hingga tutup usia.

Mukmin senantiasa percaya bahwa apa yang diberikan oleh Allah Swt. kepadanya adalah yang terbaik untuknya. Keyakinan ini mendatangkan energi positif yang membuatnya tahan uji dan senantiasa bergerak maju. Allah berfirman: ”… (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (ar-Ra’du [13]: 8).

Orang-orang yang kuat keimanannya kepada Allah dan khusyuk dalam menjalankan shalat, hatinya aman dari rasa was-was, khawatir, dan ketakutan. Meskipun kita menghadapi situasi sulit yang belum pernah diketahui sebelumnya, tetapi karena kita memiliki keyakinan yang kuat dan gigih, kita akan mampu melakukan tindakan yang efektif. Shalat berisi doa-doa permohonan/harapan yang membuat seseorang semakin optimis dalam menggapai tujuannya. Dalam shalat, harapan duniawi dan harapan ukhrawi dipanjatkan.[mrf]

Terkait

  • Puasa dan Spiritualitas Ekologis
  • Kembali Memetik Detik di Perjamuan Ramadhan-Mu

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>