R.A. Kosasih: Bapak Perintis Komik Indonesia

Bagi pecinta komik yang hidup pada dekade 50-an hingga 80-an tentu tahu betul dengan karya-karya komik seperti Jaka Sembung, Panji Tengkorak, Mahabarata, Godam dan Gundala. Karena di masa itulah komik-komik tersebut dilahirkan oleh para perintis model Man, Jan Mintarja, Teguh Santosa, Gerdi WK dan terutama R.A. Kosasih. Khusus untuk nama yang terakhir, para peminat komik akan diingatkan dengan tokoh-tokoh superhero wanita seperti Siti Gahara maupun Sri Asih (1953), tokoh superhero wanita yang merupakan hasil rekaan dari tokoh superhero dari negeri paman Sam Wonder Woman. Hanya saja berbeda dengan Wonder Woman, Sri Asih berpakaian layaknya seorang penari wayang yang memiliki kemampuan untuk terbang.

Raden Ahmad Kosasih lahir 4 April 1919 di Bogor-Jawa Barat. Hobi menggambarnya dari sejak kecil mengantarkannya untuk bekerja sebagai pegawai di Kebun Raya Bogor sebagai tukang gambar binatang dan tanaman. Selanjutnya, ketika Penerbit Melodi Bandung membuka lowongan ilustrator, Kosasih pun mencoba melamar sambil memperlihatkan beberapa contoh karyanya. Penerbit tertarik dan ia pun diterima untuk bergabung dengan Penerbit Melodi.

Penerbit Melodi kemudian meminta Kosasih untuk membuat cerita komik dengan tokoh utamanya seorang wanita yang mengadaptasi tokoh superhero Amerika, Wonder Woman. Tahun 1953 lahirlah tokoh Sri Asih dan Siti Gahara. Sepanjang tahun 1953 hingga 1954 itulah sedikitnya terbitlah 9 buku petualangan Sri Asih.

Seiring waktu, Penerbit Melodi meminta Kosasih untuk membuat komik wayang. Hanya saja, minimnya pengetahuanKosasih tentang wayang, membuatnya harus memutar otak. Maklum saja, selama hidupnya, Kosasih memang hanya sebatas penonton saja dalam dunia wayang.

Namun, Kosasih tak ingin mengecewakan penerbit tempat ia bernaung. Ia pun mulai meneliti dokumen dan meminta bantuan kepada para dalang untuk membuat komik tentang epos besar asal India tersebut. Akhirnya, lahirlah komik Mahabarata, Ramayana dan Arjuna Wiwaha. Komik-komik tersebut mendapat animo yang cukup besar dari masyarakat pecinta komik. Puluhan jilid komik pewayangan tersebut pun diterbitkan untuk memuaskan para pemabaca dari tahun 1955 hingga 1960.

Dengan karya-karyanya tersebut Kosasih pun meraih predikat sebagai “Perintis” atau “Bapak Komik Indonesia”. Tercatat lebih dari 100 judul komik yang lahir dari kepiawannya menggambar. Predikat yang disematkan kepadanya tersebut sebagai penghargaan karena Kosasih telah membuat industri penerbitan komik pada tahun-tahun berikutnya mampu mendominasi penerbitan buku. Kosasih juga telah membuka jalan bagi ratusan seniman untuk berkarya dalam dunia komik. Ardisoma dan Oerip adalah nama komikus wayang yang lahir dan terkenal berkat jalan yang dibentangkan oleh R. A. Kosasih.

Tahun 1964 R. A. Kosasih beralih ke Penerbit Loka Jaya-Jakarta, karena penerbit Melodi menutup usahanya. Di Penerbit barunya inilah Kosasih mulai membuat komik-komik cerita rakyat seperti Sangkuriang dan Panji Semirang, pun demikian dengan roman dan silat. Di Loka jaya Kosasih bertahan selama 5 tahun, sebelum akhirnya ia hijrah ke penerbit Maranatha Bandung. Di penerbit inilah karya-karya Kosasih lebih banyak diterbitkan.

Kini Sang maestro komik telah tiada, ia kembali kepada zat yang telah menumbuhkan bakat menggambarnya, Sang Maha Pelukis pada tanggal 24 Juli 2012. “Bapak meninggal jam 1 malam tadi, setelah terjatih karena serangan jantung,” kata putri almarhum, Yudowati.

Kosasih meninggalkan banyak karya yang tercipta daritangan, hati dan pikirannya untuk diwariskan kepada generasi penerusnya para insan komik Indonesia. Sebagai insan perkomikan Indonesia, pantaslah kita mengenang dan menghormati karya-karya beliau. Selamat jalan R.A. Kosasih, Bapak Komik Indonesia. [Apat]

Terkait

  • Franz Magnis Suseno: Kagum Budaya Jawa
  • Sandra Dewi: Bingkai Prestasi Gadis Perantauan
  • Ebiet G. Ade: Maestro Musik Pop Indonesia
  • Dewi Lestari: Penulis yang Bernyanyi
  • Luluk Sumiarso: Merawat Tradisi Nusantara

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>