ToBa DREAMS, Film Indonesia Bernafas Indonesia

Majalah RM - Film komedi bisa membuat yang menontonnya tertawa terpingkal-pingkal. Film drama melankolis sering membuat kita tak tahan menahan air mata. Film horror atau tragedi bikin bulu kuduk berdiri.

Nonton film yang bagus memang bisa membawa kita hanyut dalam suasana yang dibawakannya. Tak jarang, perasaan kita diombang-ambing dibawa kesana-kemari. Sementara kita asyik tertawa, tiba-tiba dipaksa bersedih, lalu tertawa lagi, atau malah marah, dan sebagainya. Salah satu film yang dapat melakukan itu adalah “ToBa DREAMS”, sebuah drama keluarga yang diadaptasi dari novel dengan judul sama karya TB Silalahi.

ToBa DREAMS mengambil lokasi syuting di dua tempat, Jabotabek dan Danau Toba di Sumatera Utara. Cerita bermula dari Jakarta. Di mana seorang laki-laki bernama Tebe, yang diperankan Mathias Muchus, baru saja melalui masa tugas sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Tebe pensiun dengan pangkat sersan. Setelah pensiun, Sersan Tebe yang semasa aktif di ketentaraan tinggal di asrama militer, memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Balige, Toba. Sejak itu jalan cerita bergantian bolak-balik antara Jakarta dan Danau Toba. Sebagai sutradara, Benni Setiawan berhasil mengeksplorasi keindahan lingkungan Danau Toba lewat gambar-gambar yang apik. Nuansa Indonesia, lewat budaya khas Batak, dibingkai menarik sebagai latar cerita. Sehingga, terasa betul bahwa film ini bernafas Indonesia.

Secara garis besar, film ini mengisahkan pertentangan antara orang tua dan anak muda, yang sering kali tak mampu saling memahami walau sebenarnya mereka yang tua dulunya juga pernah muda. Yang tua diwakili Sersan Tebe, sedang generasi mudanya diwakili Ronggur, anak sulung Sersan Tebe yang diperankan oleh Vino Giovani Bastian.

Sersan Tebe ingin ketiga anaknya berhasil dalam kehidupan. Untuk itu, disiplin militer ia terapkan dalam keluarga. Ia ingin anak-anaknya mengikuti arahannya. Sementara Ronggur tak mau diatur-atur. Ia ingin menentukan masa depannya sendiri. Adapun kedua adik Ronggur, Sumurung dan Taruli, walau berat menjalankan keinginan sang Bapak, mereka tak berani membantah terang-terangan.

Pertentangan bapak-anak, antara Sersan Tebe dan Ronggur, lambat-laun menjadi seakan pertarungan untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Ronggur mendapat cap anak pembangkang dan keras kepala. Sebaliknya, Ronggur merasa sang Bapak sangat membencinya dan menganak-emaskan kedua adiknya.

Konflik besar terjadi ketika Sersan Tebe meminta Ronggur meneruskan tradisi keluarga dengan masuk sekolah pendeta. Ronggur keberatan. Ia pikir masa depannya bukan di situ. Ronggur minggat. Ia kembali ke Jakarta untuk menemui kekasihnya Andini (Marsha Timothy). Demi menyambung hidup di Jakarta, Ronggur menjadi supir taksi. Kesempatan ini membuatnya sering bertemu banyak orang dari banyak kalangan. Sampai suatu hari, Ronggur bertemu mafia narkoba. Awalnya ia tegas menolak tawaran menjalankan bisnis narkoba. Namun setelah cintanya kepada Andini tak mendapat restu dari orangtua Andini, karena dianggap tak layak mendampinginya, keinginan Ronggur untuk menjadi kaya lewat jalur pintas kini terbuka lebar. Ia ingin segera menjadi kaya, walau dengan menghalalkan segala cara. Ia pun masuk dalam dunia narkotika.

Ronggur yang kaya raya karena bisnis narkoba, akhirnya merampas Andini dari orangtuanya, dan membawanya ke Balige untuk dinikahi. Tak lupa, Ronggur juga membelikan beberapa barang berharga tinggi sebagai hadiah untuk orangtua dan kedua adiknya. Namun, Sersan Tebe menolak hadiah itu. Ia meragukan uang banyak yang didapat anaknya dalam waktu singkat diraih melalui jalan yang benar. Ronggur tersinggung atas penolakan itu. Pertentangan bapak-anak semakin memanas.

Di tengah pertentangan itu, ada sosok ibu yang menjadi penengah. Sebagai penengah, ia tak boleh memihak. Sebagai istri dari Sersan Tebe dan ibu dari Ronggur, Kristin (Tri Budiman), kerap hadir sebagai penyejuk. Selain itu, ada pula Oppung Boru (Jajang C. Noer), ibu dari Sersan Tebe dan nenek Ronggur, yang tampil lugas dengan bicara terus terang khas Batak. Kepada Andini, Kristin juga berpesan agar selalu tampil sebagai penyejuk, karena semua laki-laki yang ada di keluarga mereka sama keraskepalanya. Like Father like son, istilah Inggrisnya. Atau pepatah Indonesia mengatakan, “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.”

Pertentangan antara Sersan Tebe dan Ronggur kian hari kian menegang. Sang Bapak merasa berkewajiban mengarahkan anaknya agar tak salah jalan. Sementara si anak, yang merasa tak pernah mendapat perhatian karena bukan anak kesayangan, yakin dapat meraih mimpinya lewat caranya sendiri.

Demikianlah, konflik klasik pertentangan orang tua dan anak muda dikemas apik dalam film ToBa DREAMS, dibumbui humor menggelitik khas Batak Toba. Tak luput pula fenomena kekinian ikut mewarnai kempleksitas cerita. Seperti, beban moral yang harus ditanggung Tommy (Ramond Y. Tungka) dan adik-adiknya akibat kasus korupsi yang menjerat ayahnya. Ada juga konflik beda agama antara Ronggul dan Andini, yang baru terasa saat akan membimbing Coky, anak pertama mereka. Ronggul menangkapbasah Andini yang mengajarkan Coky shalat. Ia tersinggung karena Andini memutuskan itu sendiri tanpa meminta pertimbangan darinya terlebih dahulu. Andini menyesalkan suaminya yang terlalu sibuk sampai-sampai tak ada waktu untuk mengenalkan anaknya dengan Tuhan, sehingga ia berinisiatif melakukannya sendiri dengan cara yang paling ia mengerti.

Sungguh kiranya, ToBa DREAMS berhasil memperkaya khazanah perfilman Indonesia dengan kualitas mumpuni. Inilah film Indonesia bernafas Indonesia. Sebuah drama keluarga yang layak dijadikan rujukan dalam membangun rumah tangga dan membina keluarga.

 

ToBa DREAMS

“Sebuah Janji Cinta”

Sutradara: Benni Setiawan

Produser: Rizaludin Kurniawan

Penulis: TB Silalahi

Pemeran: Vino G. Bastian
Mathias Muchus
Marsha Timothy
Jajang C. Noer
Ramon Y. Tungka
Ajil Ditto
Haykal Kamil
Tri Yudiman
Boris Bokir
Paloma Kasia
Vinessa Inez
Jerio Jeffry
Julian Kunto
Je’Sebastian
Kodrat W. Saryo
Fadhel Reyhan

Tanggal rilis: 30 April 2015

Terkait

  • Jabat (Film Negeri 5 Menara)
  • Black Swan: Panggung Para Angsa
  • Film Up: Mimpi Berwarna yang Pecah
  • Hugo: Wujudkan Mimpi Lewat Film
  • Confucius:The Sage of The Age

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>