Ono Surono, KPL Mina Sumitra, dan Implementasi Semangat Gotong-Royong

Ketua Pengurus KPL Mina Sumitra, Ono Surono

Majalah RM – Keperasi, sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasas kekeluargaan, sangat penting artinya bagi pembangunan ekonomi di Indonesia. Semangat gotong-royong yang melekat erat di jiwa bangsa Indonesia juga dianggap sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi.

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, per 31 Desember 2014, sedikitnya ada 209.488 koperasi yang menyebar di seluruh pelosok negeri, dan jumlah anggota mencapai 36.443.953 orang. Konon, kekuatan inilah yang menjadi salah satu sebab Indonesia dapat bertahan dari amuk krisis moneter 1998.

Dari sekian banyak koperasi yang ada di Indonesia, Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra adalah salah satu di antaranya. Koperasi yang beralamat kantor di Jalan Pantai Song Nomor 2 Paoman, Indramayu, Jawa Barat ini telah berdiri sejak 1918. Sampai kini KPL Mina Sumitra berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan nelayan di muara Karang Song.

Usut punya usut, tetap terjaganya semangat gotong-royong adalah alasan utama KPL Mina Sumitra dapat bertahan hingga hampir seabad lamanya. Pada kesempatan ini, Ketua Pengurus KPL Mina Sumitra, Ono Surono, berkenan menjelaskan bagaimana semangat gotong-royong itu diimplementasikan.

“Pertama dari sisi bagaimana kita menyatukan perasaan yang senasib. Di mana kita masih menjadi kaum yang termarjinalkan. Kita ke bank, bank juga memandang sebelah mata. Pemerintah juga kurang fokus. Terus dari masyarakat, menganggap secara umum profesi nelayan itu adalah profesi rendah. Zaman dulu mana kala anak gadis, atau anak kita mau melamar  pasangannya, kalau orang tuanya itu nelayan pasti mikir dua kali. Karena image yang terbentuk, nelayan itu kasar, kehidupannya keras, suka foya-foya,” ujar Ono Surono.

Oleh karena itu, lanjut Anggota DPR RI ini, banyak nelayan yang berpikir harus berubah dan membuktikan jika mereka mampu bertahan dengan kondisi yang ada. Perasaan senasib itu lantas digabungkan menjadi sebuah kelompok usaha bersama.

Kelompok usaha bersama itu direalisasikan dalam bentuk koperasi. “Kita menyiapkan permodalan bersama dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan suka rela, dan lainnya, yang dipotong dari setiap produksi ikan yang mereka jual dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI),” jelas pria kelahiran Indramayu, 24 Agustus 1974 itu.

“Ketiga, bagaimana membangun kesadaran mereka bahwa saat kita belum tersentuh oleh pihak lain termasuk pemerintah, dari sisi misalnya perlindungan usaha, sosial, kuncinya kita benar-benar ngurus itu dengan cara bersama, tanpa bergantung ke pihak lain. Sehingga akhirnya muncul Mina Sumitra sampai saat ini, yang bukan ngurusin masalah ekonomi saja tetapi juga termasuk masalah sosialnya,” imbuh Ono Surono, yang menjadi Ketua Pengurus KPL Mina Sumitra sejak 2008.

Namun demikian, bagaimana pun baiknya konsep koperasi, program-programnya tak akan berjalan tanpa adanya kepemimpinan. Menurut Ono Surono, kemampuan memunculkan sosok pemimpin adalah modal utama KPL Mina Sumitra untuk bertahan. “Di Mina Sumitra ini cukup berhasillah untuk memunculkan sosok pemimpin yang mengayomi. Siapa pun ketuanya, itu tidak ada gerakan-gerakan anggota yang kecewa atau tidak mendukung dari kegiatan koperasi. Di Mina Sumitra kepengurusan ini muncul dari keinginan anggota dan bisa mengayomi seluruh anggota dan tidak muncul gejolak pasca pemilihan,” katanya.

Demikian, semangat gotong-royong akhirnya mampu membawa KPL Mina Sumitra mampu bertahan dan bahkan semakin berkembang hingga usia hampir 100 tahun. KPL Mina Sumitra terbukti mampu mengelola TPI dan menjembatani nelayan muara Karang Song dalam pengembangan teknologi penangkapan ikan. Rata-rata perhari ikan yang masuk ke TPI Karang Song mencapai 70-80 ton dan omset sekitar Rp1 miliar.

Terkait

  • Haji Tisa, Profesor bagi Nelayan Karang Song

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>