SAH: Berpolitik untuk Mensejahterakan Rakyat

RmBio – Meski belum lama terjun dalam pentas politik, nasional, namun sosok Sutan Adil Hendra pria yang akrab disapa SAH, kelahiran 02 Agustus 1968, Jambi, Sumatera Utara ini, memiliki karier politik yang sangat gemilang.

Memiliki latar belakang sebagai pengusaha perkebunan. Pada awalnya SAH memandang jika dunia politik itu adalah sesuatu yang negatif dan buruk. Menurutnya orang-orang yang berpolitik itu kejam dan hanya berbicara untuk kepentingan pribadi semata.

Namun, pandangan tersebut Ia akui keliru. Bahwa dalam setiap usaha baik di sektor perkebunan, pertanian, maupun pertambangan ataupun hal yang lain, semua itu memerlukan kekuatan politik. “Dengan berpolitik kita akan bisa mengambil suatu langkah yang tepat dalam mensejahterakan rakyat,” ucapnya.

Berawal dari Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, karier politik SAH dimulai sejak akhir 2010 lalu, sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi. Tugas tersebut merupakan amanah atas kepercayaan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang diberikan kepadanya.“Oleh sebab itu saya mau berpolitik karena ingin membuat rakyat kaya sampai hari kiamat,” tegas SAH.

Menurut SAH dengan berpolitiklah kita dapat berbuat lebih banyak, dan dapat mengubah beberapa tatanan yang belum berpihak terhadap rakyat. Terbukti amanah serta kepercayaan tersebut, membawanya menjadi anggota legislatif 2014-2019 untuk Dapil Jambi dari Fraksi Partai Gerindra.
Dan kini, tugas berat menantinya dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga. Menggantikan Nuroji pada tanggal 12 Januari 2016 lalu.

“Jabatan ini adalah tugas dalam menjalankan amanah sebagai pejuang politik di Partai Gerindra. Dan saya akan berupaya maksimal menjalankan tugas ini, dengan niat yang baik dan cara yang baik, dalam meningkatkan koordinasi dengan mitra. Sehingga, semua program-program dapat dijalankan sesuai dengan kebutuhan rakyat,” paparnya.

Bagi suami Hj. Evi Herawati ini, bahwa dalam berjuang, bekerja dan berusaha, kunci utama itu harus fokus. Dan disertai dengan niat seikhlas-ikhlasnya untuk ibadah serta hanya mengharap ridho Allah SWT.

“Hidup di dunia ini hanya sementara dan hidup di dunia ini hanya meminjam, karenanya selama kita hidup manfaatkanlah untuk sebanyak-banyaknya berbuat kebajikan,” pungkas Bapak dari M. Herfiano Prahadil, M. Khowi Fikri Adil, dan Khuluwa Atika Adelita. [ ]

Random Posts

    Leave a Response

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>