Badrodin Haiti; Sang Jenderal “Bertangan Dingin”

Badrodin Haiti. [Foto: Antara/Andika Wahyu

Majalah RM - Secara defenitif, setelah sekitar tiga bulan hanya dipimpin oleh pelaksanatugas (Plt), akhirnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memiliki kepala yang baru.

Adalah Komisaris Jenderal (Komjen) Badrodin Haiti, nama yang mengisi kekosongan itu. Jenderal “bertangan dingin” ini resmi dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 17 April 2015, setelah sehari sebelumnya, mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara penuh.

Riwayat Badrodin Haiti

Badrodin lahir di Jember, Jawa Timur, 24 Juli 1958. Badrodin kecil terkenal sebagai anak yang cerdas. Sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, ia sering mendapat nilai baik dan beberapa prestasi akademik.

Mengusung cita-cita menjadi penerbang pesawat tempur, setamat SMA Badrodin memutuskan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI). Namun setelah menjalani serangkaian tes, impian itu harus kandas, karena ia justru dianggap lebih cocok masuk jurusan kepolisian.

Awalnya, keputusan Badrodin muda masuk AKABRI tidak mendapat restu dari sang ibu, Siti Aminah. Sang ibu khawatir pada tugas berat yang akan diemban si anak nantinya. Sebaliknya, sang ayah Ahmad Haiti, sangat mendorong anak keempatnya itu untuk melanjutkan sekolah ke AKABRI.

Bermodal dukungan sang ayah yang merupakan tokoh agama yang disegani di kampung halamannya, Badrodin berhasil menamatkan studinya di AKABRI pada 1982 sebagai lulusan terbaik dan berhak atas penghargaan Adhi Makayasa. Setelah lulus, ia langsung diberi amanat menjadi Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya, dengan menyandang pangkat inspektur dua (Ipda). Di sini sang ibu sudah melunak, restunya mulai mengucur.

Karir Badrodin di kepolisian terus menanjak. Sejumlah jabatan penting pernah ia duduki, di antaranya Kasat Serse Polres Metro Bekasi (1990), Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Jakarta Pusat (1993), Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim (1999), dan Kapolda Banten (2004). Tak hanya itu, lagi-lagi ia berhasil membuktikan kecerdasannya dalam bidang akademik. Pada 1989 ia meraih penghargaan Adhi Wira sebagai lulusan terbaik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Pada 1998 lulus dari Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) Polri. Dan pada 2003 ia meraih penghargaan Wibawa Seroja Nugraha sebagai lulusan terbaik Lemhanas KRA 36.

Nama Badrodin mulai terkenal setelah ditempatkan di daerah konflik. Pada 2006, Brigjen Badrodin diangkat menjadi Kapolda Sulwesi Tengah, menggantikan Drs. Oegroseno. Secara mengejutkan ia memilih berkantor di Polres Poso ketimbang duduk tenang di ibukota, Palu. Berkat usaha kerasnya selama tiga tahun menjadi Kapolda Sulawesi Tengah, akhirnya konflik dan berbagai tindak kekerasan di Poso berhasil diredam. Kesuksesannya itu kemudian diabadikan dalam buku “Tangan Dingin Jenderal, Poso Damai”.

Pada 2009, tanda bintang di pundaknya bertambah satu. Inspektur Jenderal (Irjen) Pol. Badrodin Haiti kini menyandang amanat sebagai Kapolda Sumatera Utara. Namun setahun kemudian laki-laki berkumis tebal ini ditarik ke Mabes Polri untuk menduduki posisi Kepala Divisi Hukum.

Februari 2014, Badrodin ditunjuk menjadi Wakapolri, lagi-lagi menggantikan Oegroseno yang saat itu berpangkat komisaris jenderal. Dan setelah Kapolri Jenderal Sutarman dipercepat pensiunnya pada 9 Januari 2015, yang seharusnya baru berakhir pada Oktober 2015, ditambah terhambatnya pencalonan Komjen Pol. Budi Gunawan karena tersangkut perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga terjadi kekosongan di pimpinan puncak Polri, diangkatlah Komjen Badrodin Haiti sebagai Plt. Kapolri.

Tiga bulan kemudian setelah suami dari Tejaningsih Haiti ini diangkat menjadi Plt. Kapolri, Presiden Jokowi memutuskan mencoret nama Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri, dan sebagai gantinya menyerahkan nama Badrodin Haiti untuk disetujui DPR RI menjadi Kapolri yang baru.

Mengingat nama baik, jejak karir, serta visi dan komitmennya yang mumpuni, DPR RI pun setuju menjadikan penyandang hobi mancing dan makan bakso ini sebagai orang nomor satu di kepolisian. Deretan tanda bintang di pundak Badrodin kini telah sempurna, baik kiri maupun kanan masing-masing berjumlah empat. Tercatat sejak 16 April 2015 Indonesia memiliki Kapolri baru. Dialah Jenderal Pol. Badrodin Haiti, sang jenderal “bertangan dingin”.

Terkait

  • Budi Gunawan; Wakapolri Pendamping Badrodin Haiti

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>