Anies Baswedan: UN, Kesempatan Mengukur Integritas

Foto: aniesbaswedan.com

Majalah RM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, berkeyakinan bahwa masalah terbesar bangsa Indonesia adalah terkait integritas. Salah satu buktinya adalah maraknya kasus korupsi.

Untuk mengapai Indonesia Baru, Indonesia yang lebih baik, masalah tersebut harus segera diatasi. Menurut pria kelahiran 7 Mei 1969 ini, perbaikan masalah integritas dapat dimulai dari rumah dan sekolah. “Karenanya sekolah kita harus menjadi sekolah yang berintegritas. UN adalah salah satu kesempatan untuk mengukur integritas itu,” ujarnya.

Dasar tersebutlah yang membuat Rektor Universitas Paramadina ini bersikeras melakukan perubahan total dalam pelaksanaa Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam UN 2015, yang berlangsung pada 13-15 April untuk SMA dan 4-5 Mei untuk SMP, pelaksanaannya menggunakan dua metode, yakni Paper-Based Test (PBT – Ujian Berbasis Kertas) dan Computer-Based test (CBT – Ujian Berbasis Komputer). Khusus CBT, bagi sekolah yang ingin melaksanakannya harus memenuhi syarat tertentu, di antaranya rasio antara komputer dan siswa minimal 1:3 serta memiliki jaringan lokal (Local Area Network/LAN).

Namun CBT bukanlah ujian online. “UN ini kan tidak tersambung internet. Jadi ini basis komputer. Ini pakai LAN, bukan internet. Jangan keliru!” jelas suami dari Fery Farhati Ganis ini.

Dari segi penilaian, UN kali ini tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa. Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh pihak sekolah dengan cara mempertimbangkan capaian seluruh mata pelajaran, keterampilan, maupun sikap dan perilaku siswa selama di sekolah.

Hasil UN hanya akan digunakan sebagai bahan penilaian capaian siswa di suatu daerah dibandingkan daerah lainnya secara nasional. Dengan kata lain, hasil UN dapat menjadi ukuran pemerintah untuk melakukan pemetaan standar pendidikan. Di mana kemudian pemerintah bisa membantu memfasilitasi sekolah-sekolah untuk meningkatkan kompetensinya. Terutama guru, jika hasil UN tak mencerminkan kenyataan.

Selain itu, Pemerintah juga akan menilai komponen integritas dari sekolah-sekolah pelaksana UN. Nilai integritas akan diumumkan bersamaan dengan hasil UN. Nilai integritas ini kemudian akan dilaporkan ke perguruan tinggi sebagai acuan dalam penerimaan mahasiswa baru. Dengan ini, pemerintah ingin mendorong para kepala sekolah, para guru yang menjaga integritas, untuk bisa menjadi contoh bagi guru lainnya, bagi dunia pendidikan, dan bagi masyarakat.

Karena itulah, Anies Baswedan berpesan kepada para siswa agar tak perlu takut lagi dalam menghadapi UN. Kejujuran sebagai bagian dalam rangka menjaga integritas, juga harus diperhatikan.

“Jadilah anak-anak Indonesia yang menjaga amanat kejujuran. Jadilah anak Indonesia yang menjaga integritas. Mungkin hari ini Anda dianggap aneh bila mengatakan, ‘saya mau ujian dengan jujur.’ Tapi pastilah Anda yakin di masa yang akan datang, Anda bagian dari masa depan saat itu. Anda akan merasa, ‘saya bagian yang membuat Indonesia Baru.’”

Terkait

  • Anies Bawesdan: Tokoh Muda yang Mendunia

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>