Sutan Bhatoegana: Berpolitik itu “Ngeri-Ngeri Sedap”

Mendengar nama Sutan Bhatoegana, kita atau siapa pun tentu akan teringat dengan penampilannya yang rileks dan gaya bicara yang blak-blakan, lucu namun terkadang bernada satire.

Saat terjadi ketegangan di antara para politisi di senayan, kehadiran Sutan Bhatoegana terkadang langsung mencairkan suasana. Pun demikian tatkala talkshow ataupun perbincangan di televisi, kehadiran politisi partai demokrat ini seakan menyuguhkan tontonan yang menarik. Terutama di kala pria kelahiran Pematang Siantar ini mengeluarkan kata-kata andalannya seperti “jadi tu barang” atau pun “ngeri-ngeri sedap,” yang sontak memecah tawa penonton.

Karena penampilannya tersebutlah, Sutan Bhatoegana menjadi tak kalah populer ketimbang Syahrini, penyanyi yang mempopulerkan kalimat “alhamdulillah ya” dan “sesuatu, deh.” Kalimat-kalimat tersebut, baik yang dipopulerkan Syahrini maupun Sutan Bhatoegana saat ini begitu melekat dan sering diungkapkan masyarakat. Kalimat-kalimat tersebut seakan menjadi obat yang mujarab bagi masyarakat, di tengah hiruk-pikuk kehidupan Jakarta yang sesak dan penuh dengan kepura-puraan.

Di tengah runtuhnya moral dan sulitnya menemukan kejujuran di kalangan elite bangsa ini, fenomena kepopuleran Sutan Bhatoegana merupakan fenomena satire yang menyasar perjuangan proklamasi bahwa jangan sekali-kali menjadi politisi yang pandai membohongi rakyat. Apalagi memainkan gaya kepemimpinan yang hanya lihai bermain di bawah meja, kemudian merebut mikropon di gedung DPR untuk berkoar sebagai pembela wong cilik.

Sutan Bhatogana, yang merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat ini tampil ke jagat perpolitikan nasional sebagai sosok yang hendak menyingkirkan kebekuan dan keengganan politik dari segala hal yang bernuansa moral dan kejujuran.

Di sela-sela aktivitasnya, Pria yang dilahirkan dari keluarga sederhana namun religius ini memang tak pernah lupa untuk mendekatkan diri kepada yang kuasa. Saat orang lelap dengan tidurnya, Sutan Bhatoegana bangkit untuk mengambil air wudhu lalu bersimpuh di haribaan Tuhan. “Bapak saya dulu mengajarkan, jangan sekali-kali meniggalkan shalat, bila ingin sukses,” kenang Sutan.

Keputusan Sutan Bhatoegana untuk terjun ke dunia politik setelah malang melintang berkarir di dunia usaha juga tak lepas dari peran sang ayah yang senantiasa mengingatkan untuk beristikharah kala mengambil keputusan. Dengan penuh keyakinan, ia pun masuk ke dunia yang menurut sebagian orang merupakan dunia hitam ini. Sutan ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa politik itu tidak kotor, ”berpolitik itu baik, yang tidak baik itu orang yang tidak bersih dalam politik,” ungkap bapak tiga anak ini.

Ketika seseorang memutuslkan untuk terjun ke dunia politik maka saat itu pula ia semestinya berniat dengan tulus, agar hasil yang dicapai sesuai dengan koridor agama. “Makanya saya punya jargon; mari berpolitik dengan moral, bermoral dengan politik” tegasnya.

Sutan Bhatoegana memiliki cita-cita luhur untuk menjadikan Partai Demokratsebagai partai yang bersih. Partai yang beridiologi naionalis-religius. “Saya ingin mendirikan partai yang berada di tengah-tengah, tidak kekiri-kirian dan kekanan-kananan,” ungkapnya. Kemudian ia menambahkan masuk partai itu harus nasionalis tapi beragama dan beragama tapi harus nasionalis.

Meski jalan untuk membangun atmosfer politik yang bermoral itu penuh duri dan kerikil, namun Sutan memberanikan diri untuk terus berjuang di jalur politik sebagai lahan dakwah bil hal bukan dakwah bil lisan.

Baginya Indonesia itu harus berpolitik dengan cerdas dan santun. “Kita harus menyelematkan bangsa ini dari orang yang tidak bertanggung jawab. Kalau bukan kita siapa lagi, jadi jangan sampai kita membenci partainya tapi bencilah oknum yang tidak bersih,” harapnya. (Edy)

Terkait

  • Daniel Johan: Aku Bernafas Maka Aku Ada
  • Saenal Syam: Pengembala Sapi Siap Jadi Bupati
  • Pilihan Politik TB Ace Hasan Syadzily
  • MS HIDAYAT: Menjalani Panggilan Ibu Pertiwi
  • Marwan Ja’far: Demokrasi Terlalu Bertumpu Kepada Kekuatan Uang

One Response to Sutan Bhatoegana: Berpolitik itu “Ngeri-Ngeri Sedap”

  1. Pingback: Profil Caleg: Sutan Bhatoegana | Road to Indonesia's 2014 Legislative and Presidential Elections

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>