Maudy Koesnaedi: DNA Budaya Betawi

Maudy Koesnaedi citranya erat melekat dengan budaya Betawi. Menapak karier melalui Pemilihan Abang-None Jakarta 1993, wanita berambut panjang ini melejit namanya di dunia hiburan ketika berperan sebagai Zaenab, gadis betawi yang lembut dan lugu dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Kecintaannya kepada budaya asli Jakarta tidak main-main. Maudy, misalnya, rajin mencari berbagai literatur tentang keragaman budaya Betawi. Bahkan, dia sering menimba ilmu beberapa dari tokoh Betawi. Tak mengherankan jika dia begitu hafal ornamen budaya Betawi. Mpok Mud, begitulah dia disapa orang-orang dekatnya, juga dapat bicara dalam bahasa Betawi seperti Betawi tulen.

Sewaktu mengikuti Pemilihan Abang-None Jakarta 1993, Maudy ditanya oleh juri tentang apa yang akan dilakukannya jika kelak terpilih. Dengan percaya diri Maudy mengatakan ingin membuat sebuah kegiatan dari budaya Betawi yang melibatkan anak muda.

Maudy mempunyai ide tentang teater Betawi karena dia sangat menyukai seni peran seperti teater, lenong, dan ketoprak. Perempuan kelahiran 8 April 1975 ini mewujudkan mimpinya dengan membuat drama musikal Betawi. Maudy menghadirkan dalam drama musikal yang diberi judul Cinta Dasima, Si Doel, Sangkala 9/10. Sebagai produser, Maudy sengaja membuat pementasan drama musikal Betawi dengan mengusung tema cerita dari adat Betawi, dipadukan dengan budaya modern agar tidak monoton.

Pergelaran Sangkala 9/10 terasa beda dengan sandiwara musikal lainnya karena beragnkat dari teater lenong yang kebetawiannya lebih kental. Sekalipun konsep tradisional sangat kental dalam pementasan ini, unsur-unsur modernpun tersaji dengan indah di dalamnya. Ini dapat dilihat pada musik yang mengiringi, dimana terdapat musik rap yang muncul dalam musik Betawi yang mendominasi. Penggunaan alat musik float gitar, piano pun muncul di samping alunan gambang keromong. Begitu juga dengan gerakan-gerakan jazz ballet yang sudah dimodifikasi, sesekali tampil di antara gaya lenong.

Maudy yang berperan sebagai ibu Bayu dalam film Garuda di Dadaku, memilih para pemain yang berasal dari jebolan Abang dan None Jakarta untuk pementasan Sangkala 9/10. Alasannya karena Abang None Jakarta memiliki bakat luar biasa dan sangat potensial. Hal tersebut sekaligus untuk memenuhi janji yang diucapkan Maudy Koesnadi kepada juri sewaktu mengikuti kontes Abang dan None Jakarta pada tahun 1993. (Zenal Arifin)

Random Posts

    Leave a Response

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>