KEMAS DANIAL: Termotivasi Memajukan Koperasi

Tak ada ambisi yang bisa diraih tanpa kerja keras. Kemas Danial (55) sangat yakin dengan mutiara hikmah seperti itu. Apa yang telah dilalui dan diraihnya saat ini boleh dibilang sarat dengan berbagai episode kehidupan yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.

Sejak kecil, motivasi hidupnya begitu kuat. Sehingga nyaris tidak ada kosakata gagal dalam hidupnya. Termasuk dalam soal hobinya bermain tenis meja. Saat teman-teman sebayanya hanya menganggap bermain tenis meja sekadar hobi ansich, Danial justru berpikiran lain. Baginya tenis meja harus membuatnya berprestasi. Dan benar saja, saat ia duduk di Sekolah Menengah Pertama, Danial mulai menyabet beberapa gelar juara. “Saya pernah menjadi pemain tenis meja. Pemain nasional loh. Klasifikasi PON. Main di Provinsi Sumatera Selatan. Tepatnya di tahun 75-78. Saya cukup merajalela.” Kata Danial, penuh semangat.

Setelah menamatkan S1-nya Danial pun mulai berkarier di Pertamina pada tahun 1985. Danial dipercaya menjadi Corrosion Engineer (UP-V, Balikpapan), 1985-1987 dan menjadi QA/QC Inspector (Methanol Bunyu, Kaltim), 1987-1991. Setelah bertugas di Kalimantan, dia dipindahkan ke Jawa Barat untuk bertugas sebagai Site Plant Project Inspector (Exor-1 Balongan), Indramayu selama 4 tahun lebih.

Kariernya terus naik. Danial dikenal sebagai profesional yang tekun dan disukai oleh banyak kawan. Di tahun 1995, dia dipercaya sebagai Manager Pemeliharaan (Sorong), lalu dari tahun 1998-1999, ditugaskan sebagai Senior Inspector QA/QC (Jakarta).

Tahun 1999 Kemas Danial menamatkan studi S2-nya dan berhasil menyandang gelar Magister Management (MM). Lalu meneruskan pengabdiannya di Pertamina, dengan terus berpindah dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga pada tahun 2000, dia berpindah tugas untuk mengemban amanah sebagai Kepala Perencanaan Pemeliharaan (Palembang), 2000-2001.

Dengan sejumlah tugas yang telah diemban tersebut, kepemimpinan Danial semakin matang. Ia pun dianggap sebagai aset penting yang dimiliki Pertamina. Di tahun 2001-2002, dia dipercaya sebagai Engineering Manager of Jaya Pipe Project (Pms & Niaga Jakarta), lalu ditunjuk sebagai Asisten Manager Aliansi/Dalwas Project (Pms & Niaga Jakarta), 2002-2005, serta menjadi Manager Pemeliharaan dan Inspeksi (Pms & Niaga Jakarta), hingga tahun 2006.

Nilai Sosial

Setelah itu, episode keidupan Kemas Danial bisa dibilang mulai memiliki warna lain, terutama setelah ia diercaya untuk mengelola PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) PT Pertamina dengan dana sebesar Rp 2,6 triliun pada tahun 2007-2009. Ia mulai bersentuhan dan lekat dengan sederet persoalan sosial di tanah air. Puncaknya saat ayah dari Vendia dan Narita ini berani menerima tantangan untuk mengelola LPDB, sebuah lembaga penyalur dana bergulir di bawah Kementrian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Ia merasa terpanggil untuk ikut membantu koperasi dan usaha kecil lainnya. Danial menyiapkan strategi dengan keberanian yang tinggi demi semangat dan cita-cita mulia, meski harus mengambil risiko berat sebagai pemimpin lembaga non-profit.

“Saya ingin tunjukkan bahwa saya mampu. Kalau saya takut-takut, lembaga ini tidak akan jalan. Sebelumnya, hanya terserap 50 miliar saja, karena ketakutan. Kalau saya tidak, saya buat dulu payung hukumnya begitu saya masuk lembaga ini. Saya buat MOU dengan Kejaksaan Agung, BPK, KPK. Semua saya undang. Harus clear integritas saya. Dan, saya yakinkan kepada anak buah, seluruh staf saya, bahwa ini loh yang harus kita lakukan dalam menangani dana bergulir ini,” tuturnya.

Menurut pengakuannya, saat pertama kali dirinya menerima tawaran untuk memimpin LPDB-KUMKM, beberapa kawannya merasa heran, karena ada mantan pejabat Pertamina yang mau mengelola lembaga non-profit seperti ini. Namun, karena tekadnya yang telah bulat, dan dirinya merasa menguasai bidang tersebut, Danial tetap teguh dalam pendiriannya.

“Saya merasa mampu dan menguasai bidang itu. Dalam hadis disebutkan, jika suatu persoalan diserahkan kepada seseorang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuranya. Makanya, yang menempati kedudukan haruslah orang yang berpengalaman, profesional dan mengetahui di bidangnya. Kalau, yang menduduki jabatan tidak profesional di bidangnya, maka tunggu saja kehancurannya.”

Setelah terpilih menjadi Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Kemas Danial mengaku lebih rajin menjelajahi nusantara. Bukan semata untuk mencari kesenangan (for plesure), tapi untuk melakukan monitoring dan evaluasi mitra koperasi penerima dana bergulir LPDB-KUMKM.

Tanggal 28-29 Maret 2012 Kemas Danial melakukan acara “Temu Mitra Kerja LPDB-KUMKM Regional I” di Palembang. Setelah itu, ia pun meneruskan perjalannya ke Denpasar, Bali. Tepatnya di Hotel Aston untuk “Temu Mitra Kerja” LPDB-KUMKM Regional II” pada tanggal 11-12 April 2012.

Seakan tak mengenal kata lelah, usai acara tersebut, Kemas Daniel akan melanjutkan pertemuan tersebut secara nasional yang akan dilaksanakan di Bandung. “Semua yang saya kerjakan ini dalam rangka menjaga amanah yang telah diberikan Yang Kuasa,” tutur peraih inspiration award dari Rakyat Merdeka Online ini.

Temu Mitra Regional II di Bali menghadirkan elemen yang bisa memonitor dan mengevaluasi dana bergulir. Ada pembicara dari Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Roy Suryo Notodiprojo. Dengan pembicara-pembicara itu, kata pria kelahiran Bangka 28 Maret 1957 ini, akan mempererat hubungan dan komunikasi mitra dana bergulir serta menekan angka macetnya pengembalian dana bergulir (non performing loan), sosialisasi kebijakan LPDB-KUMKM dan pemangku kepentingan pemerintah lain dan meningkatkan penerima pinjaman.

Sejak enam tahun yang lalu, LPDB-KUMKM memang telah cukup berhasil mengambil peran lembaga-lembaga keuangan baik bank maupun non bank lain yang sering menganggap masyarkat kecil dan menengah tidak layak bank (not bankable). Sehingga banyak masyarakat yang mulai berdaya dan utamanya mampu menolong dirinya sendiri

Namun, dengan terpilihnya Kemas Danial untuk menahkodai LPDB-KUMKM penyaluran dana bergulir tersebut menjadi lebih massif. Dari sisi pengembalian, tingkat NPL (non performing loan) dana yang digulirkan LPDB-KUMKM hanya sebesar 0,5%. Tentu saja angka yang cukup rendah bila dibandingkan dengan lembaga keuangan bank maupun non bank lainnya, termasuk perbankan syariah sekalipun yang katanya memiliki NPL terendah.

Prestasi ini merupakan buah dari ketegasan dan kejelian Kemas Danial dalam  memimpin LPDB. “Prinsip penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM adalah penguatan modal bagi koperasi yang sehat di pelosok Nusantara,” tegas Kemas.

Mengingat layanan dan pengawasan LPDB-KUMKM belum tersebar di Nusantara, karena masih banyaknya wilayah tertinggal yang belum tersentuh, maka hingga tahun  2013 nanti, mantan Vice Presiden Perseroan Pertamina Bidang CSR-PKBL ini berencana menguatkan modal koperasi dan membuka cabang di tujuh propinsi; Bali, Surabaya, Makasar, Sorong, Palembang, Medan dan Balikpapan.

Makna Kepemimpinan

Kemas Danial memang seorang yang multi-talenta. Selain mahir bermain tenis meja, dia juga piawai dalam hal tarik suara. Sesekali, di sela-sela aktivitasnya, Danial menciptakan lagu. Baik untuk ia nyanyikan sendiri atau pun untuk orang lain. Saat menjadi direktur Patra Jasa, sepupu dari penyanyi senior Rafika Duri ini bahkan sempat mengeluarkan sebuah album. Salah satu lagu dalam album tersebut “Pak Polisi” pernah dibuat video klipnya dan beredar di sejumlah televisi. Dimana Mat Sollar dan Ayu Azhari didaulat untuk menjadi model video klip tersebut.

Bahkan, salah satu lagu ciptaannya pernah dinyanyikan oleh Hendrie Joe dalam bentuk RBT dan berhasil menempati posisi 3 besar dalam perolehan RBT Fleksitone. “Sampai sekarang saya masih memperoleh royalty dari lagu itu. Tahun lalu, beberapa stasiun televisi sudah minta saya untuk tampil live, tapi saya pikir karena saya direktur Patrajasa, masak saya harus menjadi penyanyi?” tutur komposer yang mahir bermain gitar, piano dan keyboard ini.

Kini, di sela-sela kesibukannya sebagai Dirut LPDB-KUMKM, dia masih tetap menyalurkan bakat seni, olahraga dan hobinya, tanpa mengganggu pekerjaanya. Dia tipe pemimpin yang sangat hebat membagi waktu. Cukup unik untuk ukuran pejabat tinggi.

Meski begitu, bagi Danial, istri, anak-anak dan keluarga tetap menjadi yang nomor satu. Karena keluarga merupakan penopang utama karier. Mereka bukanlah penghalang untuk meraih impian, namun merekalah pemberi inspirasi utama bagi dirinya. “Dalam berkarier, tentu ada pasang-surutnya. Ada naik-turunnya. Berkarya di suatu perusahaan tak selamanya terus menanjak. Ada kalanya kita stagnant. Dan, istri saya sangat mendukung karier yang saya capai. Apalagi dia seorang wanita karier, tentu sangat mengerti apa yang ingin dicapai dalam suatu organisasi perusahaan.” Kata Danial.

Sekjen Triathlon Indonesia KONI Pusat (Jakarta) ini mempunyai tingkat percaya diri yang tinggi. Baginya, percaya diri bukanlah kesombongan, tapi keseriusan untuk bekerja keras menujukkan segenap potensi yang dimiliki. Dan, tidak pula dianggap terlalu ambisius, karena sikap seperti itu diperlukan untuk membaca peluang yang ada di depan mata. ”Saya selalu berjuang keras untuk memperoleh suatu posisi. Tapi, tidak ambisius. Kalau saya melihat oportunity, saya akan berjuang untuk mendapatkannya,” katanya.

“Mungkin saya terkesan ambusius, ya? Tapi, kalau ada kesempatan mengapa tidak? Hal yang terpenting dalam moto hidup saya, kita harus berusaha. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, kalau tidak kita sendiri yang mau mengubah nasib kita. Ingat itu,” tambahnya.

Moto seperti ini dia tularkan kepada anak buahnya, “Anda harus mengubah nasib Anda sendiri. Saya tidak bisa mengubah nasib Anda. Saya hanya membangun sistem. Kalau Anda mau berubah, ubahlah sesuai jalur. Sistem ini ada dalam diri Anda sendiri!” tegas mantan Sekjen Institute Energy Nuklir (Jakarta) ini penuh keyakinan.

Jalur profesional yang digelutinya telah banyak menyadarkan Danial tentang arti sebuah tekad. Menurutnya, bila kita memang perlu membanting stir, maka kita harus melakukannya. “Dimana-mana, kalau kita tidak bekerja keras, maka tidak akan mengubah nasib kita,” tegasnya.

Danial menyadari bahwa tantangan seorang pemimpin sangat besar. Seperti sebuah pohon, semakin tinggi pohon maka semakin besar angin yang dihadapinya. Pemimpin akan menjadi sorotan banyak pihak, baik kawan ataupun lawan. Dan, sebuah cita-cita yang luhur harus siap dengan tantangan-tantangannya yang keras. “Bertambah tinggi pohon bertambah goncangan. Sekeras apa pun biasanya saya akan anggap biasa,” katanya.

“Kita harus siap dengan isu apa pun. Jangan kata kita, Nabi saja bisa diusukan macam-macam. Kita harus bercermin kesana. Anda harus tegar dengan isu-isu semacam itu. Di LPDB pun pasti demikian,” ungkap tokoh kuat yang pernah mengikuti fit and proper test calon gubernur Bangka Belitung ini.

Danial hanya ingin berbagi tentang bagaimana seorang pemimpin harus siap menghadapi semua tantangan. Sepanjang apa yang diperjuangkan adalah kebenaran, maka maju terus pantang mundur. Ketiga kakaknya kini menjabat sebagai anggota dewan di daerah, dia banyak bertukar pandangan tentang makna sebuah kepemimpinan. Darah “Kemas” yang mengalir dalam tubuhnya, menambah jiwa kepemimpinannya bertambah kuat. Kemas sebagai garis keturunan raja-raja Palembang menjadi inspirasi kekuatan mentalnya untuk menghadapi masalah yang dihadapi. (Muhtar Sadili)

Terkait

  • MS HIDAYAT: Menjalani Panggilan Ibu Pertiwi
  • A.A Bagus Jelantik Sanjaya, MBA: Menggeliatkan Ekonomi Lokal
  • Fahmi Harsandono Matori:  Menyeimbangkan Kesadaran dan Aksi Nyata
  • Haji Alay: “Dokter Mal” yang Sukses Mengawinkan Bisnis dan Dakwah
  • Erwin Aksa: Belajar Bisnis Sejak Dini

2 Responses to KEMAS DANIAL: Termotivasi Memajukan Koperasi

  1. Mosquito

    hehehehe…jgn tlalu bersemangat pak.. ingat masih ada langit diatas langit..saya kira lembaga ini bukan non-profit..tapi banyak kesempatan utk di profitkan..tidak mungkinlah klo menerima tawaran tanpa ada maksud…jaranglah manusia jaman skrg seperti itu…buktikan dulu dengan pemeriksaan KPK di LPDB-KUMKM..baru bisa bicara..

    • nanunk

      LPDB sudah diaudit BPK dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian. KPK menyelidik suatu kasus berdasarkan hasil audit BPK yang tidak wajar. So, bagaimana KPK mau memeriksa LPDB?

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>