A.A Bagus Jelantik Sanjaya, MBA: Menggeliatkan Ekonomi Lokal

“Nenek moyangku para pelaut”, salah satu bait lagu yang sering diajarkan di sekolah dasar ini membuka cakrawala berpikir Anak Agung Bagus Jelantik Sanjaya, MBA, anggota DPR-RI dari Fraksi Gerindra. Penggalan lagu ini mengisyaratkan kepada kita, bahwa di antara hamparan pulau-pulau masih banyak potensi laut yang belum terkelola dengan baik.

Potensi kelautan yang melimpah sejatinya berkah tersendiri untuk bisa dikelola dengan baik. Tapi nyatanya, potensi laut yang sering kita dengungkan tak ayal hanya bagian dari kekayaan yang tak pangkal kelola. Kekayaan laut yang seharusnya dimanfaatkan untuk anak negeri banyak dicuri oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Tak hanya itu saja, laut kita yang eksotik tersebut juga banyak mengalami kerusakan akibat pengambilan ikan dengan tidak ramah.

Alasan ini yang menjadikan Gung Bagus Jelantik—sapaan akrabnya—untuk bergerak bersama masyakat dalam membangun dan mengelola kekayaan laut yang melimpah. Bagi Gung Bagus Jelantik, kelautan merupakan kekayaan alam yang penting untuk diperhatikan. Bagaimana tidak, nenek moyang kita dari dulu sering disebut sebagai pelaut ulung, tapi nyatanya sekarang orang lebih peduli dari potensi yang lain. Padahal, secara ideal kekayaan laut bila dikelola dengan baik para perambah ikan akan membawa manfaat bagi kebutuhan sehari-hari.

Sosok Gung Bagus Jelantik tak hanya dikenal sebagai seorang kerabat Kerajaan Karangasem Bali. Tapi lebih dari itu, pamornya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan sudah tak asing lagi. Tak jarang bila Gung Bagus Jelantik selalu berbaur bersama petani; belusukan ke sawah dan ladang. “Kita memang sekarang lupa dengan daerah sendiri, maka untuk itu kita kembali ke sawah, kita harus cinta sawah”, ungkapnya.

Sebagai pendatang baru dalam pentas politik, cucu dari Raja Karangasem-Bali ini merasa sadar bahwa pengelolaan pertanian yang telah dilakukan harus didorong dengan pengembangan teknologi kreatif untuk mendukung agrobisnis menuju pertanian modern.

Menurutnya bioenergi bisa meningkatkan pendapatan petani. Untuk itu para sarjana ekonomi mesti terjun langsung mendampingi para petani. Tak semestinya mereka duduk manis dan asyik mengkaji teori ekonomi di menara gading. Bila perlu, singsingkan lengan baju, pegang cangkul, pegang traktor lalu garap sawah kita.

Selain menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan masyarakat di kawasan Pulau Dewata–yang selama ini menjadi perjuangan Partai Gerindra, Pria berbintang taurus ini juga tercatat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Pangan dan Holtikultura Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali sejak tahun 2008.

Aktivitas inilah yang kemudian membuatnya berkeyakinan bahwa, dengan terjun langsung mendampingi petani, kita bisa memberikan pengetahuan tentang teknologi pertanian. Bahkan ayah kelahiran Denpasar, 24 April 1952 ini terus membina dan mengajarkan langsung kepada para pengrajin mulai dari desain, pemilihan bahan, pengendalian kualitas, penerapan teknologi hingga penguasaan pasar. ”Para perajin Bali mampu bersaing di pasar lebih luas,” ujar pelaku bisnis kerajinan sekaligus pemilik dari Besakih Factory ini.

Rupanya, keberpihakannya pada petani, peternak, nelayan dan pengrajin di tanah kelahirannya itulah yang membuatnya dapat lolos sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan raihan suara sebesar 11.460 suara pada tahun 2009. Sesuai dengan keahliannya, ia pun kini duduk sebagai Anggota Komisi IV yang membidangi pertanian, pertanahan, kehutanan dan kelautan.

Banyak hal yang telah dilakukan oleh bapak empat anak ini selama menjadi wakil rakyat, dalam setiap kesempatan turun ke daerah pemilihannya beliau selalu mengajak para konstituennya untuk bisa mandiri. Terutama sekali kepada para nelayan, ia seringkali menghimbau agar mereka lebih peduli terhadap lingkungannya. “Saya selalu mengajak para nelayan untuk bisa memanfaatkan kekayaan laut, namun dengan cara yang ramah terhadap lingkungan”, ujarnya.

Menurutnya, semua pihak harus bisa belajar memperhatikan lingkungan yang ada di sekitarnya. Misalnya potensi pertanian, perkebunan, kelautan, dan holtikultura. Kekayaan ini harus kita kelola “Jangan sampai semua kekayaan dikelola oleh negara luar, kita bisa lihat 10 perusahaan perkebunan berasal dari Malaysia,” tegasnya.

Karena itulah, bersama rekan-rekannya, Gung Bagus Jelantik melakukan beragam kegiatan ekonomi kerakyatan. Ia pun berhasil membentuk kelompok usaha kerajinan, kelompok tani, koperasi kerakyatan yang masih dipantaunya hingga kini. Seperti di lingkungan tempat tinggalnya, Puri Maharani Denpasar, Bali.

Kini dengan menjadi bagian dari partai politik, penggiat sekaligus Ketua Forum Kemitraan Pengembangan Ekonomi Lokal Bali, ini bisa memaksimalkan apa yang menjadi perjuangannya selama ini. Meskipun tantangan masa depan semakin berat, dimana pangan banyak berasal dari impor telah menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

Terkait

  • MS HIDAYAT: Menjalani Panggilan Ibu Pertiwi
  • Fahmi Harsandono Matori:  Menyeimbangkan Kesadaran dan Aksi Nyata
  • Haji Alay: “Dokter Mal” yang Sukses Mengawinkan Bisnis dan Dakwah
  • Erwin Aksa: Belajar Bisnis Sejak Dini
  • KEMAS DANIAL: Termotivasi Memajukan Koperasi

One Response to A.A Bagus Jelantik Sanjaya, MBA: Menggeliatkan Ekonomi Lokal

  1. Eben Ezer Cibro, SP

    Mari kita Dukung bersama-sama perjuangan Bapak Agung Jelantik dengan ikut serta berperan dari lingkup terkecil dahulu disekitar tempat kita masing-masing. Sukses buat Bapak AA Bagus Jelantik.

Leave a Response

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>